antara para malaikat dan maskapai udara

para malaikat bergunjing
dan mengamati

antara cuaca berawan
awan dan awan-awan

antara petir, badai, dan guntur
dan badai

mereka menggunjingi
insan-insan tersesat

tinggi
jauh di atas bukit
yang tengah berdoa
dan mengingat kembali
masa-masa terlewati

sebelum terbentur
sebelum tersesat
sebelum pahlawan

akhir-akhir ini
para malaikat tergila-gila
akan maskapai udara

0053 24022007

rakitku

angin segar menerpa rakitku
balon besar
tak akan terdampar

rakitku mengapung
mengapungi langit semakin cerah
terlalu cerah
semua orang menangis memerah

rakitku mengapung
mengapungi lapang sunyi
cukup sunyi
untuk menyemai biji

rakitku mengapung
mengapungi senyum ilalang

kau memang hebat
kehidupan tentu saja juga

06022007 1546

cakrawala berawan

cakrawala berawan
membentuk bayang

indahnya kebuasan

surya sembunyi-
-kan cintanya
lalu berbisik mesra
"mereka sedang menunggu..."
"...menunggu kamu!"
di situ, entah di situ, di pojokan samudra

"mari rangkaki lumpur begini"

pandangi cakrawala berawan

jangan lupakan payungmu

1111 22022006

perempatan lalu lintas impian

lampu kuning berkedip-kedip dengan rajin

"yuk. gabung yuk kang!"

jaguar-jaguar menderu berlari

"yuk. yuk dadah babay"

gedung-gedung menderu kelabu

"ayo buru-buru ke gundikmu!"

lampu kuning berkedip-kedip dengan rajin
jaguar-jaguar menderu berlari
gedung-gedung menderu kelabu

"ayo buru-buru ke gundikmu!"

pasti ada yang siap mengambil gambarmu

1110 24112005

batuan dan belulang menumpuk

anak-anak bulan cantik
menembangkan kisah impian tanpa ujung

"cinderella, cinderella"

tak ada yang mendekat
semua tak tersentuh

membuta mata sebelah kanan
dan sebelah kiri
ia
berdiri tinggi
lebih tinggi
dari orang tak berlari

mesiah
tak ada yang mau jadi mesiah

di tumpukan raksasa
batu-batu
dan tulang belulang
itulah
kota

air mata lebih sering tak terlihat indah

1036 27072005

konon sang esa

sel-sel di kepala bergerak berebut
ingin keluar
berdesak-desak penuh sesak
mencari pintu keluar
dalam ruang tanpa udara

karena aku adalah sang esa
yang telah mencipta segalanya
yang mengawasi dan menghukum

...
tapi
apa yang hendak di kata
sekonyong-konyong semua berjiwa
tertawa mengeluh merasa
sang esa tergetar

...
dan
mereka berkata
'anda telah ciptakan semua'
lalu apa?
sang esa berhenti berpijar

...
lalu
semua menghindar
dan bersekutu mengacuhkanku
menjauh dalam sunyi
sang esa sendiri

...
dengan penuh rasa kecewa
aku mengaku
...
aku adalah sang esa
yang telah berani mencipta segala
...
segala yang kini menjauh
pelan menjauh
tanpa suara menjauh

aku sang esa yang tertinggal sendiri

2004 21012004

[jatah waktu eksepsi]

[ ...
...
...
...
...
... ]



sudah ...

jatah waktu eksepsi anda
sudah habis

2003, ruangan penempatan akhirat

1752 17122003