untuk gadis yang menjemur hatinya mengering

sebagian gadis memang sukarela
menjemur hati
karena musim yang merajuk
kadang mengejan
kadang hujan

sebagian gadis
menjemur hati
hingga mengering manis
serupa dendeng kerbau

hey gadis,
izinkanlah saya
menutupkan retsleting celanamu
dengan gigiku.


1818 11112008

(puasa berpuisi: vol.2) virus

"kamu sekarang sering melamun tak jelas,"
"diikuti dengan merapal sendirian?"

"iya dok"


"sering ngantuk kalau siang?"
"lebih sensitif?

"iya juga sih, lumayan lah."


"jadi, sering merasa mendengarkan nyanyian-nyanyian tertentu?"

"iya tuh, dok. kayaknya jadi makin sering."


"sering buka-buka bareng teman ya?"

"kadang-kadang sih dok, enggak rutin."


"oh iya, kamu sering merasa mendapat pencerahan gitu?"

"nah itu, akhir-akhir ini begitu sih."


"oh, oke. ini semua memang gejala virus menular bulan ini."
"tenang saja, sebulanan lagi gejala-gejala itu akan hilang kok."


1343 18092008

diilhami ujaran bebeep

(puasa berpuisi: vol.1) tertidur di rumahmu

di rumahmu

bersyukur
berkhidmat


terduduk

terdiam

terdiam

terlelap


terlelap mengingatmu

ter-le-lap meng-i-ngat-mu



sesosok putih
menembus ruang

berjenggot putih
rambut keperakan tersisir rapih
ia berujar,

"aaaaahh masaaaaa?"


1529 20080917

mengapa kamu menulis? saya menulis tentang ...

saya menulis
tentang artis belia kinyis-kinyis
tante manis ceriwis
tanpa enggan bercerita
tanpa harus merasa puitis

saya menulis
tentang bocah belia amis
tante evangelis di bis
tanpa harus berpuasa
tanpa harus merasa pesimis

saya coreti tembok kota
tentang pemuja berhala
berkendara daladala
tentang umat harta tahta
sambil bertanya,
"izrail, kapan koinku habis?"


1321 28082008

langit (biru) laut (biru) aku (tak begitu)

setelah tumpangi kudaku lari kencang sekali
ketika burung hantu bernyanyi "kukku!"
ketika jalang-jalang berpapasan
saling melukai
menggigiti
dan melangkahi

setelah tumpangi kura-kura raksasa
arungi jejak air
menderu eranganmu
sehingga beberapa perahu
berputaran
dalam lingkaran
"setan," katanya.

saatnya tiba di dermagamu
di gugus pulau yang kau lupakan, tuhan
angin berhembus
mengelepus

awan berarak
setenggakan arak

sinar
malu-malu berbinar

"bagaimana keadaan angin esok hari?"

"yah, semuanya terserah yang punya angin," katanya.


langitnya?
biru

lautnya?
biru

aku
tak biru
bersamamu


1506 11082008

tua tua tua tua tua tua tua tua tua (sembilan orang menua sendiri-sendiri)

tua itu seperti tahun
orang tua yang menunggu saat dimangsa minotaur

sembilan gunung kamu daki
tak jumpa retakan hati yang dikehendaki

sembilan botol telah kau tenggak
putri amazon masih saja bilang enggak

sembilan puluh sembilan chinese food kau buka
tetap saja hatimu terluka

sembilan langit kau tembus
mendarat di karat yang hangus

satu hari lebih jauh dari tuhan
satu hari lebih dekat dengan tuhan

seekor kucing telah pecahkan
beberapa
dari sembilan botol kaca
yang berkata
kau tak akan pernah menduga
ini nyawa keberapa
dari
sembilan nyawa kucing
yang masih kau simpan


1333 18062008