(puasa berpuisi: vol.2) virus

"kamu sekarang sering melamun tak jelas,"
"diikuti dengan merapal sendirian?"

"iya dok"


"sering ngantuk kalau siang?"
"lebih sensitif?

"iya juga sih, lumayan lah."


"jadi, sering merasa mendengarkan nyanyian-nyanyian tertentu?"

"iya tuh, dok. kayaknya jadi makin sering."


"sering buka-buka bareng teman ya?"

"kadang-kadang sih dok, enggak rutin."


"oh iya, kamu sering merasa mendapat pencerahan gitu?"

"nah itu, akhir-akhir ini begitu sih."


"oh, oke. ini semua memang gejala virus menular bulan ini."
"tenang saja, sebulanan lagi gejala-gejala itu akan hilang kok."


1343 18092008

diilhami ujaran bebeep

(puasa berpuisi: vol.1) tertidur di rumahmu

di rumahmu

bersyukur
berkhidmat


terduduk

terdiam

terdiam

terlelap


terlelap mengingatmu

ter-le-lap meng-i-ngat-mu



sesosok putih
menembus ruang

berjenggot putih
rambut keperakan tersisir rapih
ia berujar,

"aaaaahh masaaaaa?"


1529 20080917

mengapa kamu menulis? saya menulis tentang ...

saya menulis
tentang artis belia kinyis-kinyis
tante manis ceriwis
tanpa enggan bercerita
tanpa harus merasa puitis

saya menulis
tentang bocah belia amis
tante evangelis di bis
tanpa harus berpuasa
tanpa harus merasa pesimis

saya coreti tembok kota
tentang pemuja berhala
berkendara daladala
tentang umat harta tahta
sambil bertanya,
"izrail, kapan koinku habis?"


1321 28082008

langit (biru) laut (biru) aku (tak begitu)

setelah tumpangi kudaku lari kencang sekali
ketika burung hantu bernyanyi "kukku!"
ketika jalang-jalang berpapasan
saling melukai
menggigiti
dan melangkahi

setelah tumpangi kura-kura raksasa
arungi jejak air
menderu eranganmu
sehingga beberapa perahu
berputaran
dalam lingkaran
"setan," katanya.

saatnya tiba di dermagamu
di gugus pulau yang kau lupakan, tuhan
angin berhembus
mengelepus

awan berarak
setenggakan arak

sinar
malu-malu berbinar

"bagaimana keadaan angin esok hari?"

"yah, semuanya terserah yang punya angin," katanya.


langitnya?
biru

lautnya?
biru

aku
tak biru
bersamamu


1506 11082008

tua tua tua tua tua tua tua tua tua (sembilan orang menua sendiri-sendiri)

tua itu seperti tahun
orang tua yang menunggu saat dimangsa minotaur

sembilan gunung kamu daki
tak jumpa retakan hati yang dikehendaki

sembilan botol telah kau tenggak
putri amazon masih saja bilang enggak

sembilan puluh sembilan chinese food kau buka
tetap saja hatimu terluka

sembilan langit kau tembus
mendarat di karat yang hangus

satu hari lebih jauh dari tuhan
satu hari lebih dekat dengan tuhan

seekor kucing telah pecahkan
beberapa
dari sembilan botol kaca
yang berkata
kau tak akan pernah menduga
ini nyawa keberapa
dari
sembilan nyawa kucing
yang masih kau simpan


1333 18062008

awal juni ini aku belum bertemu kamu, juni

juni,
apa kabarmu?
apakah kamu masih enggan pakai sepatu?

awal juni ini aku belum bertemu kamu, juni

memang,
semuanya sudah berubah
sejak juni terakhir itu

angin hujan

menghembus berita
kadang bertutur cerita
kadang bergumam saja.

sekarang saya tahu

kalau
angin sering berdusta
saat pancaroba

dan

bahwa
dinding selalu dapat mengelak
meski kita tahu dinding selalu menyimak
bincangan kita


kau tahu, juni?

april,
telah berjanji untuk selalu tiba
kepada september

mei,
yah, mei telah sudahi
sewindu bulan madu dengan kegelapan

dan
januari,
seperti kamu tahu,
januari menjaga api
ketika saya kembali
februari

oh ya, kamu masih ingat juli?

juli,
juli memilih untuk berlayar
mengarungi samudra biru
dengan perahunya yang
masih seperti dulu
tetap biru

jun,
kita masih bisa tukeran cerita kan?


0006 060608

ode donat dalam d-mol (mal mil mol)

donat-donat
dogol nan penat,

ibu-ibu sasakan
berdesakan bersikutan
(dalam hati)
dalam antrian
dalam parfum tepung dan gulali
semerbak mewangi

donat-donat
(dari) donasi-donasi tersunat
ibu-ibu sasakan
berdesakan
untuk roti lubang
berbahan dasar
sedikit tepung
sedikit pengembang
sedikit gula sitetis
dengan banyak gengsi
ditambah gaya hidup

antrian donatmu menyapa gelisah
antrian minyak berkeringat basah

1800 21052008

tersinggung tulisan rumputeki tentang donat